Bahasa Kasar Pada Generasi Mendatang

Gambar: pxhere.com/Mohamed Hassan

Generasi saat ini diwarnai dengan suara yang berasal dari kalangan muda (remaja) berupa bahasa kasar yang sering terdengar di telinga kita. Bahkan, dijadikan sebuah kebiasaan untuk berinteraksi dengan teman. 

Bukan hanya di lingkungan pertemanan, di lingkungan kerja pun tidak jarang kita mendengar bahasa tersebut. Bahkan tidak sedikit anak-anak mengucapkan bahasa tersebut selama berinteraksi dan hal tersebut menjadi hal yang normal bagi mereka.

Apa benar bahasa ini akan menjadi hal yang normal pada generasi yang akan datang?

Bisa ya bisa tidak, kenapa? Ini alasannya!

Mere Exposure Effect

Menurut kamus APA (American Psychological Association), mere exposure effect adalah seseorang akan menjadi suka atau terbiasa terhadap suatu stimulus tertentu akibat dari paparan yang terus diulang. Dengan kata lain, bahasa kasar yang muncul pada generasi saat ini adalah akibat dari orang-orang yang terus mengucapkan hal tersebut dan lama-kelamaan menjadi terbiasa dengan hal tersebut.

Bisa dijawab Ya apabila kebiasaan tersebut terus diulang dan dapat diterima dalam masyarakat khususnya pada generasi mendatang dan Tidak apabila masyarakat mengetahui konsekuensinya dan berhasil menghentikan kebiasaan tersebut. 

Sisi Positif dan Negatif

Buat beberapa kalangan, bahasa tersebut berdampak positif pada lingkup pertemanan mereka tapi buat yang tidak terbiasa akan tersinggung dan menganggap mereka tidak sopan kepada orang lain. 

Setiap orang punya persepsi yang berbeda terhadap suatu hal (stimulus) baik itu positif ataupun negatif dan inilah yang membuat manusia itu unik, termasuk persepsi mereka terhadap fenomena yang saat ini terjadi dan dampaknya pada generasi yang akan datang semua berada di tangan generasi kita saat ini. 

Sumber:
 American Psychology Association (APA). Mere-exposure effect.

Comments

Popular Posts