Penggemar Yang Kepo Dengan Idolanya

Gambar: pixabay.com/thekaleidoscope

Penggemar atau yang disebut sebagai fans ini akan menggemari sesuatu yang sangat ia sukai dan antusias akan hal tersebut seperti musik, film, olahraga, dan lain-lain yang pastinya tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang bertebaran di luar sana serta memiliki ciri khasnya masing-masing yang membuat orang-orang suka bahkan jatuh cinta terhadap hal tersebut. 

Perilaku penggemar inilah yang merambah menjadi punya idola tertentu. Contohnya, musik K-pop yang disukainya memotivasi dirinya untuk mencari tau segala sesuatu tentang hal tersebut dan ketemulah Kim Taehyung atau yang biasa dipanggil V (salah satu personel boygrup BTS) yang menjadi idolanya. 

Lantas apa yang memotivasi dirinya untuk haus terhadap segala informasi yang berkaitan dengan idolanya? Dan tentunya akan dibahas dalam perspektif Psikologi.

Teori Cannon-Bard

Teori yang dicentuskan oleh Walter Cannon dan Philip Bard ini mengemukakan bahwa situasi yang mendorong munculnya emosi dan perilaku akan aktif dengan sendirinya. 

Situasi + Emosi = Perilaku

Kecintaan kita terhadap idola (situasi) yang mendorong perasaan senang/bahagia (emosi) inilah yang membuat kita terus-menerus mencari infomasi terkait dengan idola yang kita suka (perilaku). 

Teori Kognitif (Schachter-Singer)

Teori ini beranggapan bahwa emosi muncul dari dua elemen yang dikombinasikan yaitu: 

Rangsangan fisiologis + (Emosi + Interpretasi kognitif) = Perilaku

Schachter dan Singer melakukan eksperimen bahwa rangsangan fisiologis dapat memunculkan senyawa kimia tertentu (adrenalin) dan partisipan ditempatkan dalam situasi fisik yang umum, yang tidak cukup untuk memunculkan emosi. Emosi muncul akibat dari interpretasi kognitif yang berbeda-beda bagi setiap individu. 

Kecintaan kita terhadap idola (ransangan fisioligis) yang mendorong perasaan senang/bahagia (emosi) ini nantinya akan diproses oleh kognitif kita yang akan menentukan tindakan kita (perilaku) dalam mencari infomasi terkait dengan idola yang kita suka.

Menggemari suatu hal belum tentu punya idola, tapi punya idola pasti menggemari sesuatu yang berkaitan dengan idolanya. Jadilah penggemar yang berkualitas agar tidak terjerumus ke hal-hal yang dapat membahayakan diri kalian. 

Sumber:
Wikipedia. (2023, January 3). Penggemar. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Penggemar

Sarwono, W. S. (2019). Psikologi Lintas Budaya.  Depok: Rajawali Pers.

Comments

Popular Posts